Saya takjub dengan kegiatan Run
for Leprosy 2015 yang merupakan acara lari yang pertama di lakukan di Indonesia
dengan tujuan meningkatkan pengetahuan tentang kusta kepada masyarakat luas,
melakukan penggalangan dana, dan menularkan semangat lari yang positif. Awalnya
saya masih perlu berpikir ulang apakah saya sempat, apakah saya ada waktu,
karena jadwal perkuliahan yang begitu padat, bahkan saya dan tim termasuk
pendaftar di hari terakhir pendaftaran, namun saya sadari, meluangkan waktu
untuk peduli tidak akan merugikan bagi diri saya. Begitu mengikuti kegiatannya,
ternyata banyak peserta yang ikut serta dan tidak sekedar main-main melainkan
memang peduli tentang kegiatan charity ini, bahkan untuk pelaksana dan panitia
acara mempersiapkannya begitu hebat, sehingga dapat berjalan dengan lancar dan
dapat dibilang sukses besar!! Saya termasuk
pribadi yang jarang sekali olahraga, dan untuk langsung lari 5km itu cukup
berat bahkan kata orang kebanyakan bisa kram, cidera, dan menyebabkan badan terasa
sakit di kemudian hari karena langsung dipaksakan, ternyata melakukan suatu
kegiatan dari hati mengalahkan semua itu, saya mampu berlari 5km dalam waktu 1
jam, bahkan saya masih dapat berkuliah di keesokan hari tanpa merasa begitu
lelah. Because "We run We care !!"
Semester 2 lalu, kebetulan saya
mendapat tugas kelompok sebagai duta peduli kusta, saya sudah merasa cukup
bangga dapat memberikan informasi kepada orang-orang di sekitar saya. Kami
mensosialisasikan ke puskesmas daerah Jakarta Barat, dan 2 sekolah. Pengetahuan
tentang kusta memang sangat diperlukan, karena Indonesia berada di peringkat
ke-3 sebagai penyumbang kusta di dunia. Kita harus memulai untuk mengurangi hal
tersebut, dengan cara memberikan pengetahuan bahwa kusta kini dapat disembuhkan
dengan obat yang sudah tersedia secara cuma-cuma di puskesmas dan rumah sakit
yang disediakan oleh PEMDA DKI, kusta tidak akan menular jika penderita kusta
telah mengkonsumsi obat secara rutin dan diobati sejak dini. Kita perlu
mengenali tanda-tanda kusta, dimana terdapat kelainan di kulit berupa bercak
putih atau kemerahan yang tidak gatal, tidak sakit, bahkan mati rasa ketika
bercak tersebut dikenai ujung kecil lilitan kapas. Jika ada gejala seperti ini
di diri kita atau di orang-orang sekitar kita, segera periksakan, jangan
menjauhi diri atau menghindari orang tersebut. Ubahlah stigma yang ada menjadi
sebuah dukungan, karena dari diri kitalah yang harus memulai untuk mengubah
keadaan di Indonesia.
Sebagai komitmen dari diri saya
sendiri, saya tidak berhenti untuk menjadi bagian duta peduli kusta, dan saya
akan terus membantu untuk meningkatkan pengetahuan tentang kusta dan mengubah
stigma masyarakat menjadi sebuah dukungan. Saya masih terus memegang kata-kata
ketika melakukan sosialisasi di semester 2 lalu, bahwa Duta Peduli Kusta –
Together We Can Change Indonesia
Saran saya untuk sosialisasi
selanjutnya, marilah kita mulai dari lingkungan kecil di sekitar kita yang
terkadang kurang peduli terhadap kesehatan atau tidak mampu memperdulikan
kesehatan karena keterbatasan dana, dengan menghadirkan orang-orang
berpengalaman sehingga selain mensosialisasikan, dapat langsung memeriksa
keadaan warga di daerah yang dikunjungi, bahkan dapat melaksanakan pengobatan
sejak dini jika ternyata memang terdapat penderita kusta. Mari mulai mengajak
partisipasi diberbagai daerah sehingga peningkatan pengetahuan dapat
dilaksanakan dengan cepat dan merata.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar