Oleh : Rebecca Finessa Riyono
(1701290305) / CB LA32
Pada matakuliah Character Building di Universitas BINUS untuk semester 4 ini,
kami sebagai mahasiswa BINUS diminta untuk terjun langsung ke dalam sebuah
komunitas di masyarakat sebagai implementasi dari pembelajaran teori di kelas. Saya bersama kelompok
memutuskan untuk bergabung dengan komunitas 1000 Guru. Kami
memilih
domisili Tangerang karena
masih dapat dijangkau oleh kami menggunakan kendaraan umum. Awalnya kami mengetahui komunitas
ini melalui media sosial, dengan kegiatan mengajar di pedalaman yang menarik perhatian
kami. Kami mencoba menghubungi untuk dapat bergabung dalam komunitas tersebut.

Minggu
pertama pelaksanaan, 19-26 Maret 2015 kami membantu pencarian dana untuk diberikan kepada
komunitas 1000Guru pusat sebagai pendukung pelaksanaan program pembangunan
sekolah SDN 02 Labuan Batin, Mesuji Lampung. Sekolah ini akan digusur karena
berdiri di tanah sengketa, sehingga komunitas 1000Guru bergerak untuk mencari
dana guna membangun gedung sekolah yang layak bagi mereka dan mereka berencana mengunjungi
langsung ke lokasi. Karena keterbatasan kami sebagai mahasiswa dalam waktu,
kami tidak dapat ikut serta untuk ikut mengunjungi ke lokasi, namun kami tidak
mau berhenti di situ saja, akhirnya kami menawarkan baju yang memang mereka
jual sebagai pencarian donasi kepada orang-orang di sekitar kami.
Selain itu, kami juga memutuskan untuk bergerak langsung
ke komunitas tersebut, dan kami menuju ke tangerang menggunakan KRL, dimana ini
pertama
kalinya kami bertemu langsung oleh perwakilan komunitas tersebut, di sini kami membahas apa
yang mereka butuhkan dan apa yang dapat kami lakukan untuk membantu mereka.
Meskipun baru pertama bertemu kami disambut ramah oleh anggota komunitas
tersebut, dan langsung dianggap seperti keluarga. Hari itu 28 Maret
2015, kami langsung terjun ke
lapangan, mengikuti kegiatan CFD di modernland Tangerang, membantu dalam
pencarian dana dengan menjual merchandise seperti pin, mug, sticker, kaos,
topi, dll. kami
berkeliling menawarkan merchandise tersebut kepada masyarakat umum yang
sedang berolahraga di sekitar daerah itu,
dimana dana yang
diperoleh akan digunakan untuk membangun taman baca gratis
dengan nama rumah tawon (rumah
belajar bagi anak-anak kurang mampu dan anak-anak jalanan yang tinggal di pinggir rel tangerang) dan
membangun tempat bermain untuk anak-anak yang belajar di taman baca tersebut. Rumah tawon
merukapan rumah belajar yang didirikan oleh kelompok musisi jalanan yang
tergerak untuk membenahi karakter dan pola pikir anak-anak jalanan sehingga
mereka memiliki karakter yang baik dan dapat meneruskan pendidikan yang
tertunda ketika mereka sudah mengalami perubahan. ![]() |
| proses pembangunan RUMAH TAWON |
![]() |
| RUMAH TAWON saat ini |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar