oleh : Rebecca Finessa Riyono
(1701290305) / CB LA32
Pertemuan terakhir, 16 Mei 2015 seperti yang diminta
dipembahasan materi di pertemuan sebelumnya, kami menjelaskan tentang tanaman
anggrek, dan kami juga membawa 2 tanaman anggrek untuk diberikan di rumah tawon
tersebut. Tanaman anggrek ini merupakan salah satu program di rumah tawon yang
baru dilaksanakan, dan telah digantungkan beberapa di sekitar rumah belajar
tersebut, oleh karena itu kami diminta untuk menjelaskan alasan kenapa
bunga-bunga tersebut ada disana.
Namun, sebelum kami menjelaskan hal baru ini, kami
mengevaluasi terlebih dahulu kepada anak-anak tawon, untuk melihat apakah yang
kami jelaskan di pertemuan 11 April kemarin mereka pahami dengan baik atau
hanya sekedar angin lalu saja. Dan apakah mereka paham apa yang dapat mereka
peroleh dari menanam bunga matahari ini khususnya. Mereka menjawab dengan
antusias dan bahkan paham dari proses pertumbuhannya, perawatannya, dan
pengolahan lebih lanjutnya, sehingga kami yakin bahwa mereka telah siap untuk
penjelasan berikutnya. Ketika menjelaskan, tak disangka kami mendapat kabar
gembira bahwa ternyata ada bunga matahari yang tumbuh, program kami cukup
berhasil, namun dengan sedikit kabar mencemaskan bahwa tanaman lain tidak
tumbuh karena ada pihak-pihak yang tidak mendukung dan sengaja mencabut ketika
sudah menunjukkan pertumbuhan. Anak-anak merasa cemas dan meluapkan keluh kesah
mereka kepada kami. Kami meminta kepada mereka untuk tetap positif dan
meneruskan saja untuk selanjutnya bagaimana mereka melindungi lingkungan
mereka.
Setelah menjelaskan seputar tanaman anggrek, kami
melakukan acara perpisahan dengan mengajak mereka cap tangan sekaligus
mengenalkan tentang cat yang ramah lingkungan, yang nantinya sebagai
kenang-kenangan kami di rumah tawon tersebut. Kami juga membagikan botol minum
gratis untuk masing-masing anak yang ikut berpartisipasi dengan program kami,
dan mengajak mereka untuk selalu ingat pentingnya mencintai lingkungan, oleh karena
itu kami memilih untuk memberikan botol minum sebagai langkah awal yang
sederhana dalam peduli lingkungan.
Mereka begitu mengagumkan dengan kesedarhanaan yang
mereka miliki, yang tadinya saya pikir mereka akan merasa “ah cuma botol minum
doang, buat apa” ternyata itu salah besar, mereka bahkan bertanya dan
menyatakan banyak hal dengan rasa penasaran, “kak ini beli dimana?” , “kak
mereknya apa?” , “kak ini bagus deh.” , “kak bagi dua boleh nggak?” , “ah besok
dipakai buat sekolah ah” , “kak aku mau warna biru.” dan masih banyak lagi, hal
ini yang membuat saya belajar dari mereka, bahagia itu sederhana ketika kita
dapat mensyukuri apa yang kita peroleh.
Mungkin hari ini adalah pertemuan terakhir, namun kami
akan terus mencari kabar tentang perkembangan mereka selanjutnya setelah
program kami selesai. Dan kabar terakhir, mereka berencana melanjutnya proses
bercocok tanam seputar sayuran agar dapat mengajak ibu-ibu rumah tangga untuk
turut serta. Dan saya berencana mengikuti program Menjangkau Harapan dengan menyisihkan 25.000rupiah setiap bulan untuk membantu adik-adil yang putus sekolah agar dapat disekolahkan kembali.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar