Sabtu, 06 Juni 2015

PERTEMUAN 4 Final Project : "CB : Interpersonal development"


oleh : Rebecca Finessa Riyono
(1701290305) / CB LA32

Pertemuan terakhir, 16 Mei 2015 seperti yang diminta dipembahasan materi di pertemuan sebelumnya, kami menjelaskan tentang tanaman anggrek, dan kami juga membawa 2 tanaman anggrek untuk diberikan di rumah tawon tersebut. Tanaman anggrek ini merupakan salah satu program di rumah tawon yang baru dilaksanakan, dan telah digantungkan beberapa di sekitar rumah belajar tersebut, oleh karena itu kami diminta untuk menjelaskan alasan kenapa bunga-bunga tersebut ada disana.
Namun, sebelum kami menjelaskan hal baru ini, kami mengevaluasi terlebih dahulu kepada anak-anak tawon, untuk melihat apakah yang kami jelaskan di pertemuan 11 April kemarin mereka pahami dengan baik atau hanya sekedar angin lalu saja. Dan apakah mereka paham apa yang dapat mereka peroleh dari menanam bunga matahari ini khususnya. Mereka menjawab dengan antusias dan bahkan paham dari proses pertumbuhannya, perawatannya, dan pengolahan lebih lanjutnya, sehingga kami yakin bahwa mereka telah siap untuk penjelasan berikutnya. Ketika menjelaskan, tak disangka kami mendapat kabar gembira bahwa ternyata ada bunga matahari yang tumbuh, program kami cukup berhasil, namun dengan sedikit kabar mencemaskan bahwa tanaman lain tidak tumbuh karena ada pihak-pihak yang tidak mendukung dan sengaja mencabut ketika sudah menunjukkan pertumbuhan. Anak-anak merasa cemas dan meluapkan keluh kesah mereka kepada kami. Kami meminta kepada mereka untuk tetap positif dan meneruskan saja untuk selanjutnya bagaimana mereka melindungi lingkungan mereka.
Setelah menjelaskan seputar tanaman anggrek, kami melakukan acara perpisahan dengan mengajak mereka cap tangan sekaligus mengenalkan tentang cat yang ramah lingkungan, yang nantinya sebagai kenang-kenangan kami di rumah tawon tersebut. Kami juga membagikan botol minum gratis untuk masing-masing anak yang ikut berpartisipasi dengan program kami, dan mengajak mereka untuk selalu ingat pentingnya mencintai lingkungan, oleh karena itu kami memilih untuk memberikan botol minum sebagai langkah awal yang sederhana dalam peduli lingkungan.
Mereka begitu mengagumkan dengan kesedarhanaan yang mereka miliki, yang tadinya saya pikir mereka akan merasa “ah cuma botol minum doang, buat apa” ternyata itu salah besar, mereka bahkan bertanya dan menyatakan banyak hal dengan rasa penasaran, “kak ini beli dimana?” , “kak mereknya apa?” , “kak ini bagus deh.” , “kak bagi dua boleh nggak?” , “ah besok dipakai buat sekolah ah” , “kak aku mau warna biru.” dan masih banyak lagi, hal ini yang membuat saya belajar dari mereka, bahagia itu sederhana ketika kita dapat mensyukuri apa yang kita peroleh.

Mungkin hari ini adalah pertemuan terakhir, namun kami akan terus mencari kabar tentang perkembangan mereka selanjutnya setelah program kami selesai. Dan kabar terakhir, mereka berencana melanjutnya proses bercocok tanam seputar sayuran agar dapat mengajak ibu-ibu rumah tangga untuk turut serta. Dan saya berencana mengikuti program Menjangkau Harapan dengan menyisihkan 25.000rupiah setiap bulan untuk membantu adik-adil yang putus sekolah agar dapat disekolahkan kembali.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar