Sabtu, 06 Juni 2015

PROPOSAL KEGIATAN Final Project "CB : Interpersonal Development"




PROPOSAL KEGIATAN
Awareness of Others, Cross Cultural Relation and Diversity, Building Teams and Works Groups”


http://bncc.net/core/css/images/Binus_university_logo.png




Oleh :
Davidsen Satio                                    1701317023
Dewi Karlina Wijaya                          1701294404
Feliciana                                              1701301113
Lindya                                                 1701304506
Muhammad Darmawan                      1701359732
Rebecca Finessa Riyono                     1701290305
Tori Alvin                                            1701307262





FINAL PROJECT
CB : Interpersonal Development
BINA NUSANTARA UNIVERSITY
2015


LEMBAR PENGESAHAN

Dengan ini, kelompok kami (Kelompok 01 Kelas CB LA32)  akan melaksanakan kegiatan community service dengan bergabung pada komunitas 1000Guru region Tangerang. Waktu pelaksanaan disesuaikan dengan pihak komunitas 1000Guru Tangerang dan telah kami tuliskan di susunan acara.












Jakarta, 26 Maret 2015
Disetujui oleh,



Rina Patriana Chairiyani, S.S., M.Pd
Dosen CB LA32



I.                   LATAR BELAKANG
            Kegiatan ini merupakan final project mata kuliah CB interpersonal yang ditugaskan kepada kami mahasiswa Bina Nusantara semester 4. Project CB Interpersonal tersebut merupakan implementasi dari pembelajaran teori di kelas kepada masyarakat secara langsung. Pembelajaran ini memiliki 4 subjek utama, antara lain tentang kesadaran, kesatuan dalam keragaman, komunikasi, dan keterampilan kepemimpinan. Oleh karena itu, di kelas kami dibentuklah beberapa kelompok yang merupakan gabungan mahasiswa dari beberapa jurusan, dan diberi tugas untuk terjun langsung ke masyarakat untuk melakukan kegiatan community service. Dengan mempelajari ini, kami diharapkan akan memiliki pemahaman tentang arti keberadaan orang lain, bagaimana cara membuat hubungan yang harmonis dan etika, bagaimana berkomunikasi dengan baik dan efektif dengan orang lain, serta meingkatkan kemampuan kepemimpinan kami dalam suatu organisasi.
II.                TUJUAN
1.      Melakukan kegiatan yang berdampak positif bagi komunitas dan diri sendiri
2.      Membantu sesuai kebutuhan komunitas
3.      Memahami arti keberadaan orang lain
4.      Membuat hubungan yang harmonis
5.      Mampu berkomunikasi dengan baik dan efektif
6.      Meningkatkan kemampuan kepemimpinan dalam suatu organisasi

III.             KEGIATAN
Kegiatan yang akan kami lakukan adalah  ikut serta dalam kegiatan seribu guru, yang merupakan sebuah komunitas yang mengajak semua kalangan muda untuk ikut serta melakukan aksi sosial nyata dengan turun langsung membantu pendidikan anak-anak pedalam negeri. Aksi nyata yang dilakukan oleh komunitas tersebut
1.      Beasiswa Guru Pedalaman
Memberikan beasiswa untuk guru-guru lokal yang berdedikasi tinggi namun hanya lulusan SMA dan Sederajat karena dengan rata-rata gaji yang rendah mereka tidak dapat melanjutkan ke jenjang selanjutnya dan kesejahteraannya tidak akan berubah hanya tetap menjadi guru honor. Hal ini dilakukan dengan harapan akan menjawab kebutuhan guru tetap yang terus mangajar tanpa harus meninggalkan sekolah setelah masa tugas guru berakhir.
2.      Traveling and Teaching / Teaching & Giving
Mengunjungi tempat-tempat indah dan unik tentang negeri ini, disertai dengan kegiatan sosial berbagi dan mengajar serta berbagi ilmu pengetahuan dengan anak-anak pedalaman dan perbatasan .
Program MENJANGKAU HARAPAN merupakan salah satu program dari komunitas @1000_guru_TNG  (Regional Tangerang) yang membantu anak-anak sekolah dasar atau sederajad yang tidak mampu  melanjutkan  sekolah atau putus sekolah ke pendidikan formal. Program Menjangkau Harapan  ini akan membantu anak-anak di sekolah  dasar/sederajad dengan membayarkan iuran/SPP uang saku serta ATK selama 1 tahun (dapat di perpanjang).
Dalam pencarian dana untuk donasi, dilakukan dengan 2 cara
1.      Mensosialisasikan kegiatan seribu guru di kegiatan Car Free Day di Jakarta setiap minggu kedua disetiap bulannya untuk ikut bergabung peduli dengan pendidikan, sekaligus menjual merchandise kepada orang-orang yang sedang berolahraga di kegiatan Car Free Day di Jakarta tersebut.
2.      Menjual T-Shirt for donasi seharga Rp 150.000 dimana jika seseorang membeli 1 buah T-Shirt berarti mereka telah menyumbangkan 1 sak semen  yang digunakan  untuk membantu pembangunan gedung sekolah.

IV.            WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
1.      Kegiatan Sosialisasi dan Penjualan Merchandise
Waktu             : Minggu kedua setiap bulan
yang akan kami mulai dari bulan April
            Tempat            : Lokasi Car Free Day di Jakarta
2.      Kegiatan Penjualan T-Shirt
Waktu             : akan kami lakukan dari bulan April
Tempat            : kami melakukan penawaran melalui media sosial kepada orang-orang di sekitar kami

3.      Kegiatan Teaching & Giving
Waktu dan Tempat menyusul, menunggu penentuan jadwal dari komunitas seribu guru



V.               SUSUNAN ACARA
KEGIATAN
WAKTU
LOKASI
1.      SOSIALISASI KEGIATAN SERIBU GURU & CHARITY
29 MARET 2015
CAR FREE DAY MODERNLAND TANGERANG
2.      PENJUALAN T-SHIRT

SOSIAL MEDIA
3.      TEACHING & GIVING
APRIL
TANGERANG
MEI
TANGERANG
4.      PENCARIAN DONASI PEMBANGUNAN RUMAH BELAJAR

LINGKUNGAN SEKITAR


VI.            PENUTUP

Demikian proposal ini kami buat. Kami mengharapkan dukungan dan partisipasi Ibu. Semoga kegiatan ini dapat terlaksana sebagaimana yang kita harapkan. Atas perhatian dan kerjasama Ibu, kami ucapkan terima kasih.

PERTEMUAN 4 Final Project : "CB : Interpersonal development"


oleh : Rebecca Finessa Riyono
(1701290305) / CB LA32

Pertemuan terakhir, 16 Mei 2015 seperti yang diminta dipembahasan materi di pertemuan sebelumnya, kami menjelaskan tentang tanaman anggrek, dan kami juga membawa 2 tanaman anggrek untuk diberikan di rumah tawon tersebut. Tanaman anggrek ini merupakan salah satu program di rumah tawon yang baru dilaksanakan, dan telah digantungkan beberapa di sekitar rumah belajar tersebut, oleh karena itu kami diminta untuk menjelaskan alasan kenapa bunga-bunga tersebut ada disana.
Namun, sebelum kami menjelaskan hal baru ini, kami mengevaluasi terlebih dahulu kepada anak-anak tawon, untuk melihat apakah yang kami jelaskan di pertemuan 11 April kemarin mereka pahami dengan baik atau hanya sekedar angin lalu saja. Dan apakah mereka paham apa yang dapat mereka peroleh dari menanam bunga matahari ini khususnya. Mereka menjawab dengan antusias dan bahkan paham dari proses pertumbuhannya, perawatannya, dan pengolahan lebih lanjutnya, sehingga kami yakin bahwa mereka telah siap untuk penjelasan berikutnya. Ketika menjelaskan, tak disangka kami mendapat kabar gembira bahwa ternyata ada bunga matahari yang tumbuh, program kami cukup berhasil, namun dengan sedikit kabar mencemaskan bahwa tanaman lain tidak tumbuh karena ada pihak-pihak yang tidak mendukung dan sengaja mencabut ketika sudah menunjukkan pertumbuhan. Anak-anak merasa cemas dan meluapkan keluh kesah mereka kepada kami. Kami meminta kepada mereka untuk tetap positif dan meneruskan saja untuk selanjutnya bagaimana mereka melindungi lingkungan mereka.
Setelah menjelaskan seputar tanaman anggrek, kami melakukan acara perpisahan dengan mengajak mereka cap tangan sekaligus mengenalkan tentang cat yang ramah lingkungan, yang nantinya sebagai kenang-kenangan kami di rumah tawon tersebut. Kami juga membagikan botol minum gratis untuk masing-masing anak yang ikut berpartisipasi dengan program kami, dan mengajak mereka untuk selalu ingat pentingnya mencintai lingkungan, oleh karena itu kami memilih untuk memberikan botol minum sebagai langkah awal yang sederhana dalam peduli lingkungan.
Mereka begitu mengagumkan dengan kesedarhanaan yang mereka miliki, yang tadinya saya pikir mereka akan merasa “ah cuma botol minum doang, buat apa” ternyata itu salah besar, mereka bahkan bertanya dan menyatakan banyak hal dengan rasa penasaran, “kak ini beli dimana?” , “kak mereknya apa?” , “kak ini bagus deh.” , “kak bagi dua boleh nggak?” , “ah besok dipakai buat sekolah ah” , “kak aku mau warna biru.” dan masih banyak lagi, hal ini yang membuat saya belajar dari mereka, bahagia itu sederhana ketika kita dapat mensyukuri apa yang kita peroleh.

Mungkin hari ini adalah pertemuan terakhir, namun kami akan terus mencari kabar tentang perkembangan mereka selanjutnya setelah program kami selesai. Dan kabar terakhir, mereka berencana melanjutnya proses bercocok tanam seputar sayuran agar dapat mengajak ibu-ibu rumah tangga untuk turut serta. Dan saya berencana mengikuti program Menjangkau Harapan dengan menyisihkan 25.000rupiah setiap bulan untuk membantu adik-adil yang putus sekolah agar dapat disekolahkan kembali.











Kamis, 04 Juni 2015

PERTEMUAN 3 Final Project "CB : Interpersonal Development"


Oleh : Rebecca Finessa Riyono
(1701290305) / CB LA32

Pertemuan berikutnya, 18 April 2015 kami hanya melakukan proses pemantauan dan perawatan, dimana kami memperhatikan kondisi pertumbuhan dari bibit yang sudah ditanam sebelumnya. Karena dalam waktu 3-4hari bibit bunga matahari seharusnya sudah menunjukkan pertumbuhan sehingga untuk yang belum tumbuh, kami akan memberikan bibit yang baru. Namun ketika kami tiba disana, tanaman yang di tinggal di rumah tawon, tidak ada satupun yang tumbuh, ketika kami bertanya, katanya tanaman tidak tumbuh karna tanah yang tidak bagus, ada pula yang mengatakan bahwa tanaman terkena air hujan dalam volume yang banyak. Ini memicu pemikiran negatif dari saya pribadi khususnya, dari 40 tanaman bagaimana mungkin tidak ada 1 pun yang tumbuh, sedangkan tanaman yang kelompok kami tanam, dari 5 bibit yang ditanam hanya 2 yang tidak tumbuh dengan kondisi tanah yang sama, dan curah hujan yang sama..


Kami tidak bisa memastikan karena kami tidak melihat secara langsung bagaimana proses mereka merawat, dan ini menyadarkan saya untuk tidak berpikir negatif kepada setiap hal yang terjadi yang sebaiknya saya menganalisis lagi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi serta bagaimana mengatasinya.







Setelah memberikan bibit baru kepada mereka, kami membahas materi untuk pertemuan berikutnya kepada pembimbing di rumah tawon sebagai rangkaian program ini. 

Lokasi : Taman Baca 1000 Kata 1000 guru tangerang at Rumah Tawon. Jalan Puskesmas, Tanah Tinggi Tangerang


PERTEMUAN 2 Final Project "CB : Interpersonal Development"


Oleh : Rebecca Finessa Riyono
(1701290305) / CB LA32

11 April 2015, untuk kegiatan selanjutnya, kami diminta untuk melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat mengenai bercocok tanam, dengan harapan masyarakat dapat lebih produktif dan kami dapat secara langsung melatih komunikasi di masyarakat luas dalam berbagai kalangan usia dan memiliki latar belakang yang berbeda dari kita. Kami memutuskan untuk menumbuhkan rasa cinta lingkungan kepada anak-anak di rumah tawon tersebut, karena bagi kami ini adalah usia yang tepat untuk mengajak mereka tidak hanya peduli kepada orang-orang di sekitarnya melainkan lebih peduli juga terhadap lingkungan di sekitar mereka.

Lokasi : Taman Baca 1000 Kata 1000 guru tangerang at Rumah Tawon. Jalan Puskesmas, Tanah Tinggi Tangerang

Kami mengadakan pengajaran cara menanam, karena kami mau mereka belajar bercocok tanam dari dasar, dari awal menanam bibit, melakukan perawatan, hingga memberikan hasil, dan bagaimana mereka dapat mengolah hasil dari tanaman tersebut agar mendapatkan manfaat lebih lanjut. Selain itu, kami juga memiliki tujuan agar lingkungan mereka tidak lagi gersang dan panas, sehingga mereka dapat dengan nyaman belajar di rumah belajar tersebut.
Kami memilih tanaman bunga matahari, dimana tanaman ini tergolong mudah untuk ditanam apalagi untuk pemula, dan tidak hanya itu, tanaman ini memberikan banyak hasil yang dapat dimanfaatkan seperti dapat diolah menjadi makanan ringan (kuaci), dapat menjadi tanaman obat, dan membuat lingkungan mereka menjadi lebih nyaman. Kami menjelaskan secara umum seputar tanaman bunga matahari, dan setelah semua paham dan mengerti kami memulai proses menanam bibit bunga tersebut, kami membagi 1 anak 1 tanaman dengan tujuan menumbuhkan kepedulian dalam diri masing-masing anak untuk merawat dan menjaga tanaman tersebut hingga berhasil tumbuh.

Sekilas, mungkin terlihat tidak begitu penting hanya menjelaskan seperti ini, namun bagi saya, ini sangat bermakna, cukup membanggakan bahwa saya sempat memiliki peran membantu perkembangan pribadi mereka terutama dalam pola pikir mereka terhadap lingkungan. Kegiatan ini juga melatih saya secara langsung untuk bertanggungjawab atas apa yang saya komunikasikan dan saya laksanakan terhadap program pemberdayaan masyarakat ini agar tidak hilang beigtu saja ketika kami telah menyelesaikan program kami.

                       

PERTEMUAN 1 Final Project"CB : Interpersonal Development"


Oleh : Rebecca Finessa Riyono
(1701290305) / CB LA32 

Pada matakuliah Character Building di Universitas BINUS untuk semester 4 ini, kami sebagai mahasiswa BINUS diminta untuk terjun langsung ke dalam sebuah komunitas di masyarakat sebagai implementasi dari pembelajaran teori di kelas. Saya bersama kelompok memutuskan untuk bergabung dengan komunitas 1000 Guru. Kami memilih domisili Tangerang karena masih dapat dijangkau oleh kami menggunakan kendaraan umum. Awalnya kami mengetahui komunitas ini melalui media sosial, dengan kegiatan mengajar di pedalaman yang menarik perhatian kami. Kami mencoba menghubungi untuk dapat bergabung dalam komunitas tersebut.


Minggu pertama pelaksanaan, 19-26 Maret 2015 kami membantu pencarian dana untuk diberikan kepada komunitas 1000Guru pusat sebagai pendukung pelaksanaan program pembangunan sekolah SDN 02 Labuan Batin, Mesuji Lampung. Sekolah ini akan digusur karena berdiri di tanah sengketa, sehingga komunitas 1000Guru bergerak untuk mencari dana guna membangun gedung sekolah yang layak bagi mereka dan mereka berencana mengunjungi langsung ke lokasi. Karena keterbatasan kami sebagai mahasiswa dalam waktu, kami tidak dapat ikut serta untuk ikut mengunjungi ke lokasi, namun kami tidak mau berhenti di situ saja, akhirnya kami menawarkan baju yang memang mereka jual sebagai pencarian donasi kepada orang-orang di sekitar kami.





Selain itu, kami juga memutuskan untuk bergerak langsung ke komunitas tersebut, dan kami menuju ke tangerang menggunakan KRL, dimana ini pertama kalinya kami bertemu langsung oleh perwakilan komunitas tersebut, di sini kami membahas apa yang mereka butuhkan dan apa yang dapat kami lakukan untuk membantu mereka. Meskipun baru pertama bertemu kami disambut ramah oleh anggota komunitas tersebut, dan langsung dianggap seperti keluarga. Hari itu 28 Maret 2015, kami langsung terjun ke lapangan, mengikuti kegiatan CFD di modernland Tangerang, membantu dalam pencarian dana dengan menjual merchandise seperti pin, mug, sticker, kaos, topi, dll. kami berkeliling menawarkan merchandise tersebut kepada masyarakat umum yang sedang berolahraga di sekitar daerah itu,  dimana dana yang diperoleh akan digunakan untuk membangun taman baca gratis dengan nama rumah tawon (rumah belajar bagi anak-anak kurang mampu dan anak-anak jalanan yang tinggal di pinggir rel tangerang) dan membangun tempat bermain untuk anak-anak yang belajar di taman baca tersebut. Rumah tawon merukapan rumah belajar yang didirikan oleh kelompok musisi jalanan yang tergerak untuk membenahi karakter dan pola pikir anak-anak jalanan sehingga mereka memiliki karakter yang baik dan dapat meneruskan pendidikan yang tertunda ketika mereka sudah mengalami perubahan.


proses pembangunan RUMAH TAWON
RUMAH TAWON saat ini











Dari kegiatan ini kami tersadar kesadaran sosial dalam masyarakat masih minim dan hal ini yang menjadikan tantangan bagi kami sebagai anak muda untuk mengajak masayarakat menumbuhkan rasa sosial bahkan dari lingkup terkecil di lingkungan kita. Mungkin dana yang dapat kami kumpulkan tidaklah seberapa, namun sedikit dari kami berarti besar bagi mereka yang membutuhkan.